Friday, 13 December 2013

Sajak:Pusara di Kaki Kota By Firasastra






Sedetik kembara di tengah kota,
segalanya indah diintai suara dikabut cahaya,
langkahku ada arah namun tiada tuju,
langkahku penuh resah namun tiada tunggu,

Dalam lincah langkahku kembara,
kakiku bagai digapai digenggam oleh penghuni pusara di kaki kota,
tidur bercahaya bulan,lantai keras bertilam bumi
berselimut duka,berkelambu sengsara,
bagaimana nasib di hari muka?
begitukah malang jasad si tua,

Ketika asyik jejakku di tengah kota,
kucoba masuki lolong bahagia masa lalu mereka,
yang kini tertutup tertanam dalam pusara di kaki kota
bagaimana bisa mereka tertewas
sedangkan dulu berhati waras berjiwa tegas

sedang puas aku menawaf kota
kumelihat jasad itu bangkit tanpa muka
mengapai belas dari insan berjiwa mulia
sudi menghulur kepada insan dipandang hamba dilihat hina

Apa nasib anak bangsaku?
jadi tebusan di tanah sendiri oleh pengganas egois bangsa sendiri
pengganas itu sebenarnya buta dan sengaja membutakan
membiarkan anak sesaudara membusuk dalam pusara di kaki kota
Laungkan kembalai gema Merdeka
Satukan kembali melodi sesuara
paduka bersama jiwa sebangsa
Lenyapkan Puasara Di Kaki Kota,

No comments:

Post a Comment